Rangka atap baja ringan

Rangka atap baja ringan

Pembuatan berbagai macam macam bangunan biasanya memanfaatkan kayu untuk bahan penting. tetapi saat ini dana kayu makin mahal,kualitasnya pun tidak bisa menarik dan juga gampang di makan rayap. Semakin luas pihak baik itu perorangan ataupun pengembang yang beralih memakai rangka atap baja ringan.

Hal ini sanggup kelihatan dari hasil survey sebuah lembaga survey perumahan dalam tahun 2007 silam pada 100 perumahan menengah dan juga menengah-atas di jabodetabek. Dimana dalam tahun itu pemakaian baja ringan telah sekitar 40 persen dan juga terus berlanjut hingga sekarang ini. Mayoritas developer di Jabodetabek saat ini telah memanfaatkan harga mesin baja ringan bekas begitu pun di dalam pelanggan perorangan. tetapi besar pula pihak yang masih awam beserta belum paham “apakah baja ringan itu?”.Berikut ini Kami  mencoba sedikit memaparkan apa yang dijadikan pertanyaan pihak awam tersebut

 

Baja ringan merupakan baja canal dingin yang keras,namun baja ringan diproses kembali dalam teknologi tinggi sehingga terjadi perubahan kompisisi atom serta molekulnya. Proses itu dapat menghasilkan baja yang lebih kokoh tapi lebih fleksibel.

 

Bahan dasar baja ringan yang penting ialah tentunya besi karbon (carbon steel) yang dibuat dari campuran karbon sebanyak 1,7%, mangan 1,65%, silicon 0,6�n tembaga 0,6%. Selama ini karbon dan juga mangan ialah dua bahan dasar yang dipilih sebagai meninggikan tegangan baja murni. Bahan dasar baja ringan lainnya ialah timah hitam (Pb) dan juga besi (Fe).Selain tersebut sebagai menopang korosi(karat),baja ringan pun diberikan pelapis. hadir dua tipe pelapisan sebagai baja ringan, yaitu:
a. Galvanis merupakan tipe coating (lapisan) yang diberikan dengan baja ringan berupa lapisan seng (zinc) sebesar 90%.
b. Galvalum atau sering disebut zinc-alumunium merupakan baja ringan yang diberi coating seng (zinc)
sebesar 43,5%, alumunium 55�m silicon 1,5%. Bahkan sebagian produsen baja ringan menjadikan komposisi dengan alumuniun serta seng (zinc) persis banyak, hal ini disebabkan campuran kedua bahan itu lebih tahan pada korosi (karat).

 

Profil baja ringan yang luas beredar di pasaran Indonesia sanggup dibedakan dijadikan dua,yaitu:
1. Profil C merupakan baja ringan yang mempunyai ketebalan 0,75 mm beserta 1 mm yang dipakai kepada fabrikasi kuda-kuda (truss), beserta usuk/kaso (rafter).
2. Profil A ialah baja ringan yang mempunyai ketebalan dengan 0,4 mm sampai 0,7 mm (idealnya 0,55 mm) yang dipakai untuk reng (batten).

kelebihan memanfaatkan baja ringan
Kekuatan suatu bahan diukur dari keahlian bahan itu didalam mendapatkan beban tekanan,tarik dan juga tegangan leleh. Bahan baja walaupun dari tipe yang paling rendah sekalipun tetap mempunyai perbandingan kekuatan didalam setiap satuan volume lebih tinggi dari pada sebagai bahan-bahan bangunan lainnya. Sifat beserta karakteristik baja ringan berbeda pada baja konvensional. Baja konvensional lebih berat beserta tebal sedangkan baja ringan profilnya ringan serta lebih langsing tetapi kemahiran menopang beban struktur baja konvensional masih di bawah kemahiran struktur baja ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *