Budidaya Jahe Emprit

Jahe Emprit

Jahe emprit adalah salah satu jenis jahe yang memiliki ukuran yang kecil dibandingkan dengan jenis gaya lain seperti jahe gajah danjahe merah. jahe merupakan jenis tanaman obat yang dimanfaatkan rimpangnya. permintaan jahe di pasaran kini cukup tinggi sehingga banyak orang yang mencoba membudidayakan jahe, namun bagi orang yang tidak memiliki lahan yang luas untuk budidaya jangan khawatir karena ada solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menanam jahe emprit tersebut dalam polybag atau pot. Jual Bibit tanaman Jahe. di artikel ini saya akan menjelaskan beberapa cara membudidayakan jahe emprit dengan menggunakan polybag atau pot.

Budidaya Jahe Emprit

Pertama yaitu pemilihan bibit adalah hal utama yang perlu disiapkan dalam melakukan budidaya. yang dapat diperoleh dari pembibitan atau perkebunan jambret yang sudah ada. pilihlah bibit yang baik dan berkualitas koma memiliki daya tahan tubuh yang tinggi serta daya yang dihasilkan berkualitas baik pula dan tidak cacat. Karena bibit jahe emprit nantinya akan tumbuh besar maka gunakan polybag atau pot tanam yang berukuran besar dengan diameter sekitar 60 –  40 cm. siapkan media tanam berupa tanah yang sedikit gembur dan berpasir dicampur dengan pupuk kandang. Setelah bibit tempat tanam dan media tanam siap maka selanjutnya lakukan penanaman. tanaman bibit jahe emprit pada kedalaman 5 – 7 cm dengan tunas menghadap atas karena jika terbalik maka pertumbuhan jahe akan terhambat. Melakukan penanaman ini pada musim hujan sehingga anda tidak perlu menjaga kelembaban media tanah. budidaya Jahe yang baru ditanam tersebut. untuk perawatan tanaman jahe emprit, walau ditanam di polybag atau pot tanaman jambu juga perlu dilakukan perawatan yang rutin untuk menghasilkan Jahe Emprit berupa atas dengan hasil panen memuaskan.

Kami Juga Menjual Beberapa jenis tanaman dan bibit buah lainya seperti Bibit durian musangking

perawatan yang perlu dilakukan antara lain penyiraman, penyiangan gulma, bukan, pemupukan, penyulaman dan pengendalian hama. lakukan penyiraman secara rutin yaitu sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore. usahakan media tanam selalu dalam keadaan lembab dan tidak kering karena jika mengalami kekeringan tanaman jahe emprit akan mati. melakukan penyiangan terhadap gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh dalam pot karena akan mengganggu pertumbuhan rimpang jahe. melakukan penyiangan secara intensif. penyiangan gulma tersebut mulai dilakukan pada saat tanam jahe emprit berumur sekitar 4 bulan agar tidak merusak akar rimpang. setelah tanaman jahe tumbuh lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang berupa kotoran sapi atau kotoran domba. pada saat jahe emprit memasuki umur 4 bulan maka lakukan peupukan kembali dengan pupuk kandang agar tanaman jahe lebih 1000. melakukan pembubutan atau pendangiran setelah tanaman jahe berbentuk rumpun dengan 4/5 anakan agar rimpang jahe tetap tertutup tanah. lakukan penyulaman pada tanaman yang tidak tumbuh dengan tanaman yang baru. penyelaman tersebut dilakukan saat tanaman jahe berumur sekitar 1 bulan setelah tanam. pengendalian hama penyakit tanaman jahe emprit penyakit yang sering menyerang tanaman jahe adalah penyakit busuk rimpang disebabkan oleh bakteri ralstonia solanacearum penyakit ini belum ada cara pengendalian yang memadai nama penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan penanaman dengan bibit yang baik, pembuatan irigasi, pergiliran tanaman dan melakukan penyiangan. tanaman sudah ada yang terserang penyakit ini lakukan pencabutan kemudian bakar penyakit tersebut agar  tidak menyebar pada tanaman jahe emprit yang lain. Jahe emprit juga dimanfaatkan kebanyakan orang untuk jamu atau obat herbal tradisional.

Segera kunjungi laman website kami di Jual bibit tanaman dan dapatkan bibit buah dan tanaman dengan kualitas maksimal harga minimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *